Jelang Natal dan Tahun Baru 2013


Semarak menyambut Tahun Baru sudah terasa sejak menginjak bulan Desember. Di Malinau, khususnya Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang yang notabene penduduknya mayoritas Nasrani mulai bersuka cita menyambut Hari Besar mereka yaitu Natal serta menyambut pergantian Tahun Baru 2013. Banyak hal yang mereka lakukan untuk menyambut dua event besar ini. Bahkan, sejak pergantian bulan November menjadi Desember tepatnya 30 November penduduk sekitar sudah bersemarak dengan menyalakan kembang api, jedar jeder di sana sini dan untuk beberapa rumah yang akan merayakan Natal memasang lampu “cherri”, lampu kerlap-kerlip merah-kuning-hijau-warna-warni untuk menyambut Natal, karena kabarnya akan diperlombakan antar RT di Pulau Sapi ini. Memang dari awal saya berada di sini, banyak orang memberitahukan bahwa di desa ini sepanjang bulan Desember akan sangat ramai, mulai dari kegiatan gereja menyambut Natal, konfoi maupun permainan kembang api akan mewarnai malam-malam dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2013 ini. Yah…dan memang pada kenyataannya sangat saya rasakan apa yang mereka beritakan itu. Bahkan setiap malam, tengah-tengah malam waktunya orang-orang terlelap tak jarang anak-anak muda sekitar sini berkonfoi ria dan sebagainya sehinggar terkesan “riuh” dan menggangggu. Tapi ya namanya juga sudah menjadi kebiasaan yang susah dihilangkan, saya sebagai pendatang ya hanya bisa tersenyum kecut dan menikmati yang ada sajalah karena katanya “dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung”.

Kebiasaan orang-orang sini yang menurut saya “agak” ganjil itu ya kebiasaan mabuk-mabukkannya yang masih kental ini bahkan sudah menjamah anak-anak sekolah. Bahkan pada suatu ketika teman saya pernah bertanya pada salah satu siswa kami tentang kebiasaan “minum” anak-anak di sini,katanya memang hampir 80% siswa-siswa di sini suka minum, bukan saja anak-anak cowoknya saja bahkan tak jarang anak ceweknya juga ikut serta melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pelajar sebagai generasi penerus Bangsa yang besar ini. Bahkan menyambut hari rayanya saja yang seharusnya disambut dan dirayakan secara khidmat justru dirayakan dengan kesan “hura-hura” dan tidak penting, dengan mengecat rambut mereka dengan berbagai macam warna sesuka mereka, konfoi-konfoi yang gak jelas dan kebiasaan yang sudah mengental yaitu minum-minuman.

Ini hanya segelintir fenomena yang saya temui di sini. Masih banyak fenomena-fenomena lain yang mungkin belom saya ketahui. Ada satu lagi yang cukup membuat saya tercengang dan kaget setengah mati.
Tepat pada tanggal 27 Desember 2012, 2 hari pasca Natal, karena rekan saya satu kontrakan ada yang merayakan Natal dan kamipun diundang rekan guru dan beberapa tetangga untuk berkunjung kerumahnya, akhirnya pada saat itu juga kami berempat berkeliling mengunjungi rumah-rumah rekan-rekan guru dan tetangga. Nah ketika bekunjung ke tetangga sebelah, ngobrolah kami kesana-kemari. Alhasil beliaupun mengundang kami untuk bakar-bakaran ikan dirumahnya karena kebetulan beliau habis ambil pukat dan dapat ikan lumayan banyak (pada saat ini sungai agak banjir, banyak ikan yang kena pukat kebanyakan ikan purut). Sebenarnya kami sudah seringkali diundang untuk bergabung diacara-acara di rumah beliau, tapi kami enggan untuk datang. Bukan karena apa-apa, tapi karena disetiap acara kumpul-kumpul seperti itu pasti ada acara minum-minuman bahkan tak jarang yang minum sampai mabuk berat. Itu yang sebenarnya kami hindari. Tapi kali ini kami tak bisa mengelak dan kebetulan di rumah kami sedang ada rekan-rekan dari penempatan lain sedang berkunjung ke rumah karena bertepatan pula dengan liburan. Kamipun berbondong-bondong kerumah bapak tersebut. Kami masak sewajarnya, and then apa yang terjadi?? Ternyata sang bapak sudah menyiapkan “bir” yang siap ditenggak siapapun yang mau. Beberapa rekan kami yang notabene memang gemar minum “juga” (eits tapi jangan salah sangka, mereka bukan rekan dari Jogja juga loh meskipun satu perjuangan di daerah yang sama tapi mereka yang ikut-ikutan minum itu dari LPTK yang berbeda dan tak perlu disebutkan namanya). Aalmaaaakk…..ya kami yang belum terbiasa melihat hal yang demikian kaget juga sih. Nah itu baru kronologinya saja, sebenarnya yang membuat saya tercengang bukan ini tapi…
Saat itu bapak tersebut menyiapkan beberapa ekor ikan purut yang besarnya hampir satu lengan lebih satu ekornya dan dua ekor ayam potong dan semunya dibakar dan dimakan sebanyak  kurang lebih 15 orang. Wooow sekali bukan??? Dan acara bakar-bakaran yang demikian tak hanya dilakukan sekali dua kali saja, tetapi sering, sering banget malah. Bapaknya juga bilang, beliau menyiapkan budget sebesar Rp.20 JUTA hanya untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2103 dan itu hanya anggaran untuk minum-minuman!!! Fantastis bukan???

Menurut beberapa cerita yang saya dengar dari orang-orang asli sini kemudian saya menilainya secara pribadi bahwa orang-orang di sini cenderung royal dan suka hura-hura, gak tua gak muda sama saja. Tak jarang beberapa rumah menyetel musik kencang-kencang tanpa memperdulikan apakah tetangga sekitarnya akan terganggu atau tidak, yang ada dipikiran mereka ya hanya “yang penting aku senang” gitu aja. Ada juga yang pernah bilang bahwa pola pikir orang-orang di sini tu “apa yang didapat hari ini ya dihabiskan hari ini juga, untuk esok cari lagi”. Makanya, mereka cenderung gak sayang kalo harus mengeluarkan banyak uang untuk sekedar berhura-hura, sangat royal!!!


Sebenarnya yang demikian itu bukan pula dapat dilihat secara merata, mungkin hanya beberapa saja yang memang mempunyai kebiasaan yang seperti ini. Masih banyak juga yang tidak punya kebiasaan yang demikian.
Tapi yang semacam itu memang kebiasaan yang harus segera dihilangkan. Gak salah juga kalau banyak siswa di sekolah yang mempunyai kebiasaan yang “hampir” sama dengan yang demikian, karena lingkungan mereka juga mengajarkan yang demikian itu. Saya  sangat bersyukur tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sangat-sangat baik, karena memang lingkungan dimana kita bergaul sangat membentuk dan berpengaruh pada karakter dan kepribadian seseorang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar