PERJALANAN MENUJU KABUPATEN MALINAU



Hari Rabu 10 Oktober 2012 tepat 3 hari pasca penutupan prakondisi di AAU yang berlangsung selama kurang lebih 10 hari, kami khususnya rombongan peserta SM3T yang ditugaskan di Kabupaten Malinau Kalimantan Timur dan Gayo Lues Aceh berkumpul di sebelah Barat Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta untuk mengikuti upacara pelepasan peserta SM3T yang akan dikirim ke daerah-daerah sasaran yang akan dilepas secara langsung oleh Bapak Suyanta, Mantan Rektor UNY yang sekarang bertugas di Mendiknas. Kira-kira pukul 06.30 WIB upacarpun di mulai dan diakhiri dengan doa bersama dengan harapan program ini dapat berjalan dengan lancar baik di tempat tugas hingga kami kembali ke Yogyakarta 1 tahun mendatang. Setelah upacara pelepasan selesai, rombongan peserta yang ditugaskan di Kabupaten Gayo Lues Provinsi NAD berlanjut menaiki bus yang telah disiapkan untuk menuju bandara Adi Sucipto untuk kemudian terbang ke daerah dimana mereka akan mengadikan diri mereka kepada Negara melalui bidang pendidikan. Dan kami, rombongan peserta yang ditugaskan di Kabupaten Malinau Kalimantan Timur, menunggu di tempat sampai  kurang lebih pukul 12.00 WIB karena kebetulan pada hari itu juga bertepatan dengan pelantikan Gubernur DIY, sehingga menurut wacan bandara disterilkan untuk beberapa saat. Dan setelah kami menerima tiket keberangkatan ternyata kami akan take off  pada pukul 13.30 WIB. Lelah sudah kami menunggu dari pagi sampai siang. Tapi semua itu bukan tanpa hikmah, tertundanya pemberangkatan itu kami manfaatkan untuk bercengkerama dengan keluarga dan teman yang akan ditinggalkan selama kurang lebih 1 tahun. Ada rasa pilu yang kemudian menggelayut pada jiwa kami ketika kami menyadari bahwa kami akan dipisahkan pulau dan laut yang sangat luas untuk beberapa waktu. Tapi untuk Bangsa dan Negara terutama untuk pendidikan teman-teman kami yang ada di seberang ini, kami merelakan semua itu. Karena kami yakin, semakin kami bermanfaat untuk orang di sekitar kami, kami akan sangat beruntung nantinya.

Kira-kira pukul 12.00 WIB kami diusung ke bandara Adi Sucipto. Sesampai disana kita check in dan menunggu kedatangan pesawat yang akan mengantarkan kami ke pulau seberang. Cukup lama kami menunggu hingga beberapa dari kami terlelap di bandara karena sudah capek menunggu dari pagi hari. Kira-kira pukul 14.10 WIB kami mulai masuk ke pesawat Sriwijaya Air yang akan membawa kami terbang menggapai cita-cita kami mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia di Malinau. Kemudian kamipun terbang bebas di angkasa melalui armada Sriwijaya Air. Beberapa dari kami memang kesempatan ini dijadikan sebagai pengalaman pertama kami dalam menumpangi pesawat, karena sebagian besar dari kami memang belom pernah naik pesawat terbang. Ya itu merupakan 1 dari sekian banyak manfaat yang kemudian akan kami petik dan akan kami jadikan pengalaman yang berharga dalam hidup kami. Kira-kira pukul 17.15 WITA kami sampai di Bandara  Sepinggan di Balikpapan (kami lupa nama bandaranya) untuk transit ke Tarakan. Kami berhenti beberapa saat dan melakukan prosedur transit kemudian kembali lagi ke pesawat untuk melanjutkan penerbangan ke Tarakan. Perjalanan dari Balikpapan ke Tarakan ditempuh kurang lebih 55 menit. Sesampainya di bandara Tarakan kami sudah disuguhi dengan mati lampu dan badai yang cukup mengerikan bagi kami. Bahkan ketika di pesawat kami diberitahu bahwa pesawat sedang terbang dengan cuaca yang “kurang baik”. Sempat hati ini getir karena rasa takut yang menerpa, tapi kami masih punya Dia yang Maha Penolong. Dan Alhamdulillah kami sampai di Tarakan dengan selamat. Beberapa saat kami menunggu listrik nyala untuk mengambil barang bawaan kami. Setelah listrik nyala dan semua dari kami sudah menemukan barang bawaan kami sebagai bekal kami merantau selama 1 tahun, kami berjalan menuju ke mobil-mobil yang menjemput kami dan akan mengantar kami ke penginapan untuk malam itu. Malam itu kami menginap di Hotel Paradise Tarakan. Di sana kami disuguhkan makan malam yang menurut “saya” cukup asin bagi lidah saya. Setelah makan malam, beberapa dari kami mencoba mengintari jalan di sekitar Hotel untuk melihat-lihat keadaan Tarakan. Kami terhenti di sebuah mall dan mungkin ini satu-satunya mall di Tarakan namanya Grand Mall Tarakan (kalo gak salah). Berhubung sudah malam dan mall sudah tutup, alhasil kami hanya duduk-duduk di teras mall melihat orang-orang berlalu lalang. Kemudian beberapa dari kami merasa masi ada di Jogja karena suasana tempat kita berhenti ini hampir sama dengan suasana di depan Mall Galeria Jogjakarta. Karena gak ada yang bisa kami lakukan, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke Hotel untuk segera beristirahat karena keesokan harinya kami harus menyiapkan diri untuk menyebrang ke Malinau, tempat kami mengabdikan diri satu tahun mendatang. Sekedar informasi, menurut bapak sopir yang membawa kami dari Hotel ke Pelabuhan Tarakan, Tarakan merupakan tempat transit. 

Pahi harinya kira-kira pukul 08.00 WITA kamipun digiring menuju pelabuhan Tarakan untuk melanjutkan perjalanan ke Malinau, daerah tujuan kami yang sebenarnya. Satu per satu rombongan dari kami sampailah di pelabuhan dan kemudian naik ke speedboat, armada laut yang siap menghantarkan kami ke tempat yang sama sekali asing bagi kami, Malinau. Tiga jam perjalanan harus kami tempuh dengan speedbaot ini. Banyak hal yang kami lakukan, foto-foto, menikmati suasana kalimantan yang lekat dengan hutannya, cerita-cerita dari sang kapten (pengemudi speedbaot) menemani perjalanan kami, tak jarang kamipun bertanya "masih berapa jam lagi perjalanan kami?" karena memang perjalanan kali ini cukup melelahkan dan bikin "ngantuk" karena suasananya sangat mendukung untuk terus terlelap, bahkan tak sedikit dari kami yang menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di alam mimpi alias tidur :D

Kurang lebih 3 jam perjalanan melewati air dengan speedboat  ini, sampai jugalah kami di pelabuhan Malinau. yahh.... yang kami lakukan pertama kali ketika menginjakkan kaki di tanah ini adalah FOTO. Astaga.....rutinitas yang tak bisa dihilangkan dari orang-orang narsis...hahaha... And then, ternyata kami sudah dijemput pasukan dari diknas Malinau untuk digiring ke SLB tempat kami diserah terimakan dari pihak kampus kepada diknas Malinau. Kitra-kira pukul 11.00 WITA kami sudah sampai di SLB dan menunggu rekan seperjuangan dari UM (Universitas Negeri Malang) yang kabarnya akan menjadi rekan seperjuangan kami juga di Malinau ini yang kabarnya juga akan datang pada hari itu juga. 

Begitulah sedikit ulasan perjalanan kami mulai dari Jogjakarta, kota pelajar yang sangat dirindukan keberadaanya sampai pada Malinau, tempat dimana kami akan mengambil banyak pelajaran dari berbagai banyak hal yang ada disana, tempat dimana kami akan menguji kemampuan ilmu kami sampai dimana.

"Ishbiruu washoobiruu waraabitu~Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu)"






on speedboat goes to Malinau


Di Pinggir Pelabuhan Speedbaot Tarakan




Tungguin koper di pelabuhan Tarakan sekalian narsis dikit :DD




Pertama kali menginjakkan kaki di Malinau hal yang dilakukan adalah mengabadikan moment alias FOTO duyuuu :v



Pemnadangan sepanjang perjalanan Tarakan-Malinau (Hutan rimbun dan segar serta asri )




Langitnya bagus ya, diambil pada saat perjalanan Tarakan-Malinau (juga)




Nunggu Sriwijaya Air dateng narsis dulu bah sama temen seperjuangan, dag dig dug bayangin naek pesawat :D




Kamar mandi di Hotel Paradise



Kamar tidur kami (saya, Prita, Mba Lisa teman sekamar pas Prakondisi juga pas di AAU) di Hotel Paradise




Trio kwok-kwok nampang dulu sebelum meninggalkan Tarakan menuju Malinau Intimung



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

uchupzzmaulana.blogspot.com mengatakan...

sekarang msh dsni y mbk?? sy juga ke mln pas th 2012 tp wktu itu mau lebaran. baru lulus smk lgsung ksni..sy juga brgkt dri adi sucipto

Posting Komentar